Jakarta, 27 Mei 2026 – Banyak masyarakat masih terbiasa langsung memasukkan daging kurban ke dalam kulkas sesaat setelah diterima, padahal cara tersebut dinilai kurang tepat oleh ahli pangan dan dapat memengaruhi kualitas daging. Menjelang Idul Adha, para ahli kembali mengingatkan pentingnya penanganan awal daging kurban agar tetap segar, higienis, dan tahan lebih lama selama penyimpanan. Daging yang baru dipotong sebenarnya masih mengalami proses biologis alami sehingga membutuhkan perlakuan tertentu sebelum disimpan di lemari pendingin. Jika langsung dimasukkan dalam kondisi panas atau lembap, kualitas tekstur dan aroma daging bisa lebih cepat menurun. Karena itu, masyarakat disarankan memahami langkah penanganan yang benar sebelum menyimpan daging di kulkas maupun freezer.
Tips pertama yang dianjurkan adalah tidak langsung mencuci daging sebelum disimpan. Banyak orang mengira mencuci daging dapat membuatnya lebih bersih, padahal air justru bisa mempercepat pertumbuhan bakteri apabila proses penyimpanan tidak tepat. Daging sebaiknya cukup dibersihkan dari kotoran yang terlihat lalu disimpan dalam kondisi kering. Tips kedua, daging perlu didiamkan terlebih dahulu pada suhu ruang dalam waktu singkat agar panas alami setelah pemotongan berkurang sebelum dimasukkan ke kulkas. Memasukkan daging dalam kondisi masih panas dapat meningkatkan kelembapan di dalam wadah dan mempercepat penurunan kualitas bahan makanan.
Tips ketiga, pisahkan daging berdasarkan porsi kebutuhan agar lebih praktis saat akan digunakan. Penyimpanan dalam porsi kecil membantu menjaga kualitas karena daging tidak perlu berulang kali dikeluarkan dan dibekukan kembali. Selain itu, daging dan jeroan juga sebaiknya dipisahkan karena jeroan memiliki kadar air dan bakteri lebih tinggi sehingga lebih cepat rusak. Tips keempat, gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan yang bersih dan rapat agar daging tidak terkontaminasi bahan lain di dalam kulkas. Penyimpanan yang baik juga membantu menjaga aroma dan kualitas daging tetap segar lebih lama.
Ahli pangan juga menyarankan masyarakat memperhatikan suhu penyimpanan agar daging tetap aman dikonsumsi. Untuk penggunaan dalam waktu dekat, daging bisa disimpan di chiller dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celsius. Sementara untuk penyimpanan lebih lama, freezer menjadi pilihan yang lebih aman agar kualitas daging tetap terjaga selama beberapa minggu hingga bulan. Tips kelima yang dianggap penting adalah memberi label tanggal penyimpanan agar masyarakat dapat memantau lama penyimpanan daging di kulkas. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko konsumsi daging yang sudah terlalu lama disimpan dan mengalami penurunan kualitas.
Momentum Idul Adha memang identik dengan pembagian daging dalam jumlah besar, sehingga penanganan yang benar menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan pangan di rumah tangga. Banyak kasus daging cepat rusak terjadi karena proses penyimpanan yang salah sejak awal, mulai dari pencucian berlebihan hingga penggunaan wadah yang tidak higienis. Para ahli berharap masyarakat semakin memahami bahwa kualitas daging tidak hanya bergantung pada kesegaran hewan, tetapi juga cara penanganan setelah diterima. Dengan mengikuti langkah penyimpanan yang tepat, daging kurban dapat bertahan lebih lama dan tetap aman saat diolah menjadi berbagai hidangan. Selain menjaga kualitas makanan, penanganan yang baik juga membantu mengurangi pemborosan pangan selama perayaan Idul Adha berlangsung.




