Jakarta, 9 Mei 2026 – Masa tunggu keberangkatan ibadah haji di wilayah Nusa Tenggara Timur dilaporkan semakin panjang hingga mencapai puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat calon jemaah disarankan untuk mendaftar sejak usia muda agar memiliki peluang berangkat saat kondisi fisik masih prima.
Pihak terkait urusan penyelenggaraan haji menyebut tingginya minat masyarakat untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci menjadi salah satu faktor utama panjangnya antrean. Sementara kuota keberangkatan yang tersedia setiap tahun masih terbatas dibanding jumlah pendaftar baru.
Dengan masa tunggu yang terus bertambah, masyarakat kini dianjurkan mulai mendaftar sejak usia produktif. Langkah tersebut dinilai penting agar calon jemaah tidak harus menunggu terlalu lama hingga memasuki usia lanjut saat jadwal keberangkatan tiba.
Beberapa daerah di Indonesia memang mengalami antrean haji yang cukup panjang, termasuk di kawasan NTT. Dalam sejumlah kasus, calon jemaah bahkan diperkirakan baru dapat berangkat setelah menunggu lebih dari dua dekade sejak pendaftaran dilakukan.
Kondisi itu membuat banyak keluarga mulai mempertimbangkan perencanaan haji sejak dini. Tidak sedikit orang tua yang mendaftarkan anak-anak mereka lebih awal sebagai bentuk persiapan jangka panjang untuk ibadah di masa depan.
Selain faktor usia, kesiapan finansial juga menjadi perhatian penting dalam proses pendaftaran haji. Masyarakat diimbau menyiapkan dana secara bertahap dan memastikan proses pendaftaran dilakukan melalui jalur resmi agar terhindar dari penipuan.
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan keberangkatan jemaah, termasuk koordinasi terkait kuota haji nasional. Namun tingginya jumlah peminat membuat daftar tunggu di sejumlah provinsi masih terus bertambah dari tahun ke tahun.
Para tokoh agama juga mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik yang baik karena rangkaian kegiatan di Tanah Suci cukup padat dan menguras tenaga. Karena itu, mendaftar lebih awal dianggap memberi peluang lebih besar untuk berangkat dalam kondisi sehat dan kuat.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya penambahan kuota haji di masa mendatang agar masa tunggu dapat lebih singkat. Banyak calon jemaah mengaku khawatir usia mereka sudah terlalu lanjut ketika jadwal keberangkatan tiba.
Fenomena panjangnya antrean haji di NTT menjadi gambaran besarnya antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima. Meski harus menunggu lama, semangat warga untuk berangkat ke Tanah Suci tetap tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya.







