Jakarta, 9 Mei 2026 – Sebanyak 14 pendaki dilaporkan berhasil selamat setelah erupsi Gunung Dukono mengguncang wilayah Halmahera Utara. Para pendaki tersebut sempat berada di sekitar kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat dan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dalam kondisi selamat.
Menurut informasi dari petugas penanganan darurat, proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena kondisi medan yang sulit serta aktivitas gunung yang masih fluktuatif. Tim penyelamat harus bergerak cepat untuk memastikan seluruh pendaki keluar dari zona berbahaya sebelum situasi memburuk.
Para pendaki yang selamat diketahui berasal dari berbagai daerah dan sebagian besar mengalami kelelahan akibat perjalanan turun gunung dalam kondisi abu vulkanik tebal. Meski demikian, tidak ada laporan cedera serius dari kelompok yang berhasil dievakuasi tersebut.
Petugas gabungan dari tim SAR, relawan, aparat keamanan, dan warga sekitar terlibat dalam proses pencarian dan penyelamatan. Mereka menyisir sejumlah jalur pendakian untuk memastikan tidak ada pendaki lain yang masih tertinggal di area rawan.
Gunung Dukono sendiri dikenal sebagai salah satu gunung api aktif di Indonesia yang memiliki aktivitas erupsi cukup sering. Karena itu, otoritas vulkanologi terus mengingatkan masyarakat dan pendaki agar mematuhi batas aman yang telah ditentukan.
Peristiwa erupsi terbaru ini sempat memicu kepanikan di sekitar kawasan gunung. Abu vulkanik dilaporkan menyelimuti sejumlah wilayah dan mengganggu jarak pandang, sementara warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak lanjutan aktivitas vulkanik.
Beberapa pendaki yang berhasil selamat mengaku sempat panik ketika suara dentuman dan lontaran abu mulai terlihat dari puncak gunung. Mereka langsung mengikuti arahan petugas dan bergerak turun bersama rombongan untuk mencari lokasi aman.
Pihak berwenang kembali menegaskan bahwa aktivitas pendakian di sekitar Gunung Dukono untuk sementara harus dibatasi demi keselamatan. Masyarakat juga diminta tidak mendekati zona rawan karena aktivitas erupsi masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu.
Selain fokus pada evakuasi pendaki, petugas kini terus memantau perkembangan aktivitas gunung guna mengantisipasi kemungkinan dampak lebih luas terhadap warga sekitar dan jalur penerbangan di wilayah Maluku Utara.
Keberhasilan penyelamatan 14 pendaki tersebut menjadi kabar lega di tengah situasi darurat akibat erupsi Gunung Dukono. Aparat dan tim penyelamat tetap bersiaga untuk memastikan seluruh kawasan berada dalam kondisi aman dan terkendali.







