Surabaya, 24 September 2026 – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memperkuat pemberdayaan pengusaha mikro perempuan melalui Program Langkah Akselerasi Kapasitas Usaha Mikro Inklusif (Laksmi) 2026. Program tersebut resmi diluncurkan di Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya, Rabu, 23 September 2026. Laksmi dirancang sebagai program pendampingan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan sekaligus mendorong perempuan pelaku usaha mencapai kemandirian ekonomi. Pada tahap awal, program difokuskan kepada kelompok masyarakat yang masih membutuhkan penguatan kapasitas dan akses usaha.
Laksmi secara khusus menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan yang menjalankan usaha mikro. Melalui program tersebut, peserta diarahkan agar mampu mengembangkan kegiatan produktif sehingga secara bertahap dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Pemerintah menempatkan pemberdayaan kewirausahaan sebagai salah satu jalan untuk membantu kelompok rentan memperoleh penghasilan secara mandiri. Program ini juga diarahkan untuk mendukung proses graduasi ekonomi sehingga penerima manfaat tidak terus bergantung pada bantuan sosial.
Pada peluncuran tahap pertama di Jawa Timur, Laksmi menjangkau sekitar 500 pengusaha mikro perempuan. Sebanyak 250 peserta di antaranya merupakan nasabah PNM, sehingga program memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan pendampingan perusahaan. Para peserta memperoleh penguatan kewirausahaan dasar, mulai dari pengenalan fokus usaha hingga pengelolaan bisnis sederhana. Mereka juga mendapatkan kesempatan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha.
Pendampingan turut mencakup proses onboarding ke platform SAPA UMKM. Pemanfaatan platform tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses peserta terhadap ekosistem pemberdayaan yang disiapkan pemerintah. Dengan dukungan teknologi, pengusaha mikro diharapkan semakin terbiasa mengakses informasi dan layanan yang dapat mendukung perkembangan bisnisnya. Pendampingan digital sekaligus melengkapi pembinaan langsung yang diberikan kepada peserta selama mengikuti program.
Peluncuran Laksmi juga dibarengi penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan PNM. Kerja sama tersebut menjadi landasan untuk menyinergikan program pembiayaan dan pemberdayaan usaha mikro secara berkelanjutan. Penandatanganan disaksikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kolaborasi antarlembaga diharapkan membuat pendampingan terhadap KPM PKH dapat dilaksanakan secara lebih terarah sesuai ruang lingkup yang telah disepakati.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan pentingnya mendorong masyarakat kelompok rentan agar memiliki kesempatan meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha produktif. Perempuan pengusaha mikro menjadi salah satu kelompok yang mendapatkan perhatian karena usaha yang mereka jalankan memiliki keterkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi keluarga. Penguatan kemampuan usaha diharapkan meningkatkan pendapatan sekaligus membuka peluang bagi peserta untuk menjadi lebih mandiri. Pemerintah ingin proses pemberdayaan tersebut menghasilkan perubahan ekonomi yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
PNM dalam kolaborasi tersebut membawa pendekatan yang menggabungkan pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan. Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menyampaikan bahwa penguatan ekosistem usaha mikro perlu menghubungkan modal dengan akses terhadap layanan, pasar, dan jaringan. Dengan demikian, bantuan terhadap pengusaha mikro tidak berhenti ketika mereka memperoleh pembiayaan. Peningkatan kemampuan mengelola usaha menjadi bagian yang diperlukan agar bisnis dapat berkembang dan menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan model pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM melalui Mekaar. Hingga Juni 2026, PNM mencatat 12,4 juta nasabah aktif Mekaar dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp32,3 triliun sepanjang semester pertama. Perusahaan juga menjalankan 26.776 kegiatan pelatihan yang melibatkan 723.883 peserta pada periode tersebut. Data itu menunjukkan skala jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas pembinaan perempuan pengusaha ultra mikro.
Dalam rangkaian peluncuran Laksmi, peserta juga mendapatkan fasilitasi dan pendampingan UMKM inklusif melalui Program Penguatan Sektor Ekonomi serta layanan PNM Mekaar dan PNM ULaMM. Dukungan tersebut dirancang agar manfaat program dapat mulai dirasakan sejak tahap awal. Selain penguatan pengetahuan, peserta mempunyai kesempatan memperoleh akses terhadap ekosistem layanan yang dapat mendukung keberlanjutan bisnis mereka. Seluruh rangkaian kemudian dilengkapi dengan proses pengenalan dan penggunaan SAPA UMKM.
Sinergi PNM dan Kementerian UMKM melalui Laksmi 2026 selanjutnya akan diarahkan pada pendampingan yang konsisten setelah peluncuran program. Keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan. Pemerintah berharap KPM PKH yang memiliki kegiatan produktif dapat secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi. Program tersebut sekaligus memperkuat pendekatan pemberdayaan perempuan dengan menggabungkan peningkatan kapasitas, pembiayaan, akses layanan, pasar, dan jejaring usaha.





