Jakarta, 25 September 2026 –
Bintang tim nasional Portugal, Joao Felix, memberikan dukungan terbuka kepada Lamine Yamal untuk memenangkan Ballon d’Or 2026. Pemain Al Nassr tersebut menilai winger muda Barcelona itu memiliki kualitas yang membuatnya layak mendapatkan penghargaan individu bergengsi tersebut. Felix menempatkan Yamal sebagai pilihannya di tengah persaingan dengan sejumlah pemain papan atas seperti Harry Kane dan Kylian Mbappe. Menurutnya, Ballon d’Or seharusnya diberikan kepada pemain yang bukan hanya mempunyai statistik bagus, tetapi juga mampu membuat penonton tertarik menyaksikan setiap aksinya. Yamal dinilai memenuhi karakter tersebut setelah menjalani musim yang menonjol bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Felix menjelaskan bahwa dirinya selalu memandang Ballon d’Or sebagai penghargaan bagi pemain yang mampu meninggalkan kesan besar ketika berada di lapangan. Dalam wawancara terbarunya, pemain berusia 26 tahun itu menggambarkan Yamal sebagai sosok yang mampu membuat penggemar terus mengikuti permainannya. Ia bahkan menyebut pemain berusia 19 tahun tersebut sebagai representasi dari sepak bola karena kualitas dan daya tarik permainannya. Felix tidak mengabaikan performa luar biasa yang diperlihatkan kandidat lainnya sepanjang musim. Namun, kombinasi kemampuan individu, prestasi bersama tim, dan pengaruh Yamal terhadap permainan menjadi alasan utama dukungannya.
Penilaian Felix tidak terlepas dari perjalanan Yamal sepanjang musim 2025/2026. Pemain Barcelona tersebut mencetak 24 gol di level klub dan membantu timnya menjuarai La Liga. Kontribusinya kemudian berlanjut bersama Spanyol yang berhasil menjadi juara Piala Dunia 2026. Prestasi bersama tim nasional tersebut menjadi salah satu faktor yang dianggap Felix sangat penting dalam perebutan Ballon d’Or pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia. Yamal kini masuk dalam daftar 30 kandidat penghargaan tersebut bersama sejumlah nama besar sepak bola dunia.
Felix juga mempunyai pengetahuan langsung mengenai kemampuan Yamal karena keduanya pernah bermain bersama di Barcelona pada musim 2023/2024. Saat itu, Yamal masih berada pada fase awal kariernya bersama tim utama, sementara Felix menjalani masa peminjaman di klub Catalan tersebut. Perkembangan Yamal setelah periode tersebut berlangsung sangat cepat hingga dirinya menjadi salah satu pemain penting Barcelona dan Spanyol. Kemampuan menggiring bola, menciptakan peluang, memberikan assist, dan mencetak gol membuat perannya tidak hanya bergantung pada satu aspek permainan. Perkembangan tersebut turut menjelaskan mengapa Felix memberikan dukungan kuat kepada mantan rekan setimnya dalam persaingan Ballon d’Or tahun ini.
Persaingan memperebutkan Ballon d’Or 2026 tetap berlangsung ketat karena Yamal menghadapi sejumlah kandidat dengan pencapaian kuat. Harry Kane menjalani musim produktif bersama Bayern Munchen dan Inggris, sementara Mbappe tetap menjadi salah satu pemain dengan catatan individu menonjol. Nama Lionel Messi dan sejumlah pemain lainnya juga masuk dalam daftar kandidat yang diumumkan menjelang penyelenggaraan penghargaan. Kriteria Ballon d’Or mencakup performa individu, kontribusi yang menentukan, pencapaian tim, serta aspek kelas dan fair play. Karena itu, keberhasilan bersama klub maupun tim nasional menjadi bagian penting dalam penilaian para pemilih.
Yamal sendiri sebelumnya menempati posisi kedua dalam pemilihan Ballon d’Or 2025 di belakang Ousmane Dembele. Setahun kemudian, posisinya dalam persaingan kembali menguat setelah keberhasilan bersama Barcelona dan Spanyol. Usianya yang baru 19 tahun juga membuat pencapaiannya mendapatkan perhatian karena ia sudah bersaing untuk penghargaan individu tertinggi pada tahap awal kariernya. Dukungan terhadap Yamal tidak hanya datang dari Felix, tetapi juga dari rekan setimnya di Barcelona, Raphinha. Pemain asal Brasil tersebut menilai pencapaian kolektif dan performa individu Yamal membuatnya memiliki dasar kuat untuk bersaing mendapatkan penghargaan tahun ini.
Pemenang Ballon d’Or 2026 nantinya tetap ditentukan melalui pemungutan suara para jurnalis yang memiliki hak pilih sehingga dukungan pemain lain tidak menentukan hasil akhir. Namun, pernyataan Felix memperlihatkan tingginya pengakuan terhadap perkembangan Yamal dari sesama pemain di level elite. Persaingan dengan Kane, Mbappe, dan kandidat lainnya membuat pemilihan tahun ini menghadirkan perbandingan antara pencapaian individu dan keberhasilan kolektif sepanjang musim. Bagi Felix, kualitas Yamal dalam membuat pertandingan menarik untuk disaksikan menjadi faktor yang membuat pemain Spanyol tersebut berbeda. Keputusan akhir mengenai siapa yang membawa pulang Ballon d’Or 2026 akan diumumkan dalam seremoni penghargaan pada Oktober mendatang.





