Jakarta, 1 Oktober 2026 – Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi memilih tidak membebani dirinya dengan persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Meski masih berada dalam persaingan secara matematis, pembalap asal Italia tersebut menilai Jorge Martin dan Marc Marquez saat ini berada sedikit di depan. Bezzecchi ingin lebih berkonsentrasi pada pekerjaannya bersama tim dan berusaha mendapatkan hasil maksimal dalam setiap seri. Pendekatan tersebut diambil menjelang MotoGP Jepang di Mobility Resort Motegi pada akhir pekan ini.
Bezzecchi saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 264 poin. Rekan setimnya, Jorge Martin, memimpin dengan 306 poin, sedangkan Marc Marquez berada di posisi kedua dengan 294 poin. Dengan demikian, Bezzecchi tertinggal 42 poin dari Martin dan 30 poin dari Marquez. Selisih tersebut masih membuat peluangnya terbuka ketika musim menyisakan tujuh seri.
Namun, Bezzecchi tidak ingin terlalu memikirkan perhitungan kejuaraan. Ia mengakui secara realistis persaingan terdepan saat ini lebih banyak melibatkan Martin dan Marquez. Meski berharap bisa memangkas jarak dan masuk lebih dalam dalam pertarungan tersebut, fokus utamanya tetap meningkatkan performa di lintasan. Baginya, mendapatkan hasil terbaik secara konsisten menjadi langkah yang lebih penting dibandingkan terus memikirkan posisi klasemen.
MotoGP Jepang menjadi kesempatan berikutnya bagi Bezzecchi untuk mendekati dua pembalap teratas. Ia datang ke Motegi dengan modal positif setelah meraih podium ketiga pada balapan utama MotoGP Austria di Red Bull Ring. Bezzecchi menilai tim menunjukkan perkembangan sepanjang akhir pekan tersebut, dari sesi Jumat hingga balapan Minggu. Performa itu ingin diteruskannya ketika memasuki rangkaian balapan Asia.
Motegi sendiri merupakan salah satu lintasan yang disukai Bezzecchi. Ia mengaku menikmati berada di Jepang dan berharap dapat kembali bersaing di barisan depan. Tantangan baru akan muncul karena permukaan aspal Motegi telah diperbarui, sehingga karakter lintasan dapat berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Bezzecchi menyebut kondisi tersebut membuatnya belum mengetahui secara pasti apa yang akan dihadapi ketika motor mulai turun ke lintasan.
Persaingan MotoGP 2026 memasuki fase penting setelah rangkaian balapan Eropa berakhir. Tiga pembalap teratas hanya dipisahkan 42 poin menjelang GP Jepang, sementara rangkaian flyaway akan berlanjut menuju Indonesia, Australia, dan Malaysia. Kondisi tersebut membuat perubahan posisi klasemen masih sangat mungkin terjadi dalam beberapa seri mendatang. Konsistensi serta kemampuan menghindari kesalahan akan menjadi faktor penting bagi para pembalap yang masih berada dalam perebutan gelar.
Bagi Bezzecchi, strategi untuk sementara tetap sederhana, yakni fokus pada performa dan mencoba memangkas jarak secara bertahap. Empat kemenangan Grand Prix yang telah diraihnya sepanjang musim menjadi modal untuk tetap bertahan di kelompok teratas. MotoGP Jepang pada 2–4 Oktober pun menjadi kesempatan penting untuk menjaga peluang tersebut sebelum kejuaraan memasuki seri-seri terakhir. Bezzecchi berharap pendekatan tanpa tekanan berlebihan dapat membantunya kembali tampil kompetitif dan membawa Aprilia bersaing memperebutkan posisi terdepan.





