Jakarta, 31 Agustus 2026 – Badan Bank Tanah menyiapkan lahan seluas 76 hektare di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dalam program nasional berkapasitas total 100 GWp. Ketersediaan lahan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pengembangan energi terbarukan sekaligus upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Lahan yang disiapkan dinyatakan siap dimanfaatkan untuk proyek PLTS setelah melalui tahapan kerja sama dan proses yang diperlukan. Penyediaan tanah menjadi faktor penting dalam pengembangan pembangkit energi surya berskala besar karena kebutuhan lahannya cukup luas. Langkah ini juga menunjukkan bahwa pemerintah mulai menyiapkan berbagai aspek pendukung agar target pembangunan PLTS 100 GWp dapat direalisasikan secara bertahap.
Sekretaris Badan Bank Tanah Jarot Wahyu Wibowo menyampaikan bahwa penyediaan lahan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi lembaganya dalam menjamin ketersediaan tanah untuk kepentingan umum. Menurutnya, lahan di Purwakarta tersebut dapat digunakan untuk mendukung agenda swasembada energi yang sedang didorong pemerintah. Pemanfaatan energi surya juga dinilai memiliki potensi memberikan dampak ekonomi melalui penghematan biaya energi. Dengan tersedianya lahan yang dapat dimanfaatkan, proses pengembangan proyek diharapkan tidak terkendala persoalan ketersediaan tanah. Badan Bank Tanah juga terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan tahapan pemanfaatan lahan berjalan sesuai rencana.
Tahapan berikutnya berkaitan dengan proses tender yang akan dilakukan oleh PT PLN (Persero). Setelah pemenang tender ditetapkan, pengembang yang terpilih akan berkomunikasi dengan Badan Bank Tanah mengenai mekanisme kerja sama pemanfaatan lahan tersebut. Skema ini diperlukan agar penggunaan tanah dapat dilakukan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Koordinasi antara PLN, Badan Bank Tanah, serta instansi terkait juga menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan proyek dari sisi lahan maupun infrastruktur pendukung. Dengan proses tersebut, lahan 76 hektare di Purwakarta diharapkan dapat segera masuk dalam tahapan pengembangan PLTS sesuai jadwal program nasional.
Dukungan dari Purwakarta menjadi bagian dari program PLTS 100 GWp yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2026 di Bali. Program tersebut dirancang sebagai salah satu langkah besar untuk meningkatkan pemanfaatan energi surya sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. Pada tahap awal, pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS di enam provinsi dengan kapasitas total sekitar 5,3 GWp. Sejumlah proyek tersebut berada di Jawa Barat, termasuk PLTS Jatiluhur, Jatigede, dan Cirata. Program tersebut nantinya akan dikembangkan secara bertahap hingga mencapai target kapasitas 100 GWp.
Untuk proyek yang berada di lahan Bank Tanah, salah satu proyek yang masuk daftar siap tender memiliki kapasitas sekitar 69 MWp. Proyek tersebut menjadi bagian dari gelombang awal pembangunan PLTS yang mencakup 14 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp135 triliun. Selain proyek di lahan Bank Tanah, pemerintah juga menyiapkan sejumlah proyek besar seperti PLTS Gilimanuk, Madura, Jatigede, Cirata, dan Jatiluhur. Keberadaan berbagai proyek tersebut menunjukkan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp tidak hanya mengandalkan satu kawasan, tetapi dilakukan melalui berbagai lokasi dengan karakteristik sumber daya dan infrastruktur yang berbeda.
Pembangunan PLTS dalam skala besar juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Pemerintah memproyeksikan program 100 GWp dapat membuka lapangan pekerjaan pada sektor konstruksi, instalasi, hingga manufaktur. Pengembangan industri pendukung panel surya dan berbagai komponen pembangkit juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi domestik. Selain itu, peningkatan kapasitas energi surya dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil dalam sistem kelistrikan. Pemerintah Jawa Barat menyebut program tersebut memiliki potensi investasi besar sekaligus dapat memperkuat bauran energi bersih di Indonesia.
Ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan penting dalam mewujudkan target PLTS 100 GWp. Sebelumnya, pemerintah telah mengidentifikasi sekitar 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa yang berpotensi digunakan untuk pengembangan proyek tersebut. Identifikasi itu dilakukan bersama Kementerian ESDM dan Kementerian ATR/BPN, kemudian perlu dilanjutkan dengan proses verifikasi untuk memastikan status serta kesiapan lahan. Dukungan Badan Bank Tanah di Purwakarta menjadi bagian dari upaya mempercepat penyediaan tanah yang dapat dimanfaatkan untuk proyek energi terbarukan. Dengan koordinasi lintas lembaga, pemerintah berupaya memastikan persoalan lahan tidak menjadi hambatan dalam pelaksanaan program.
Bagi Purwakarta, pemanfaatan 76 hektare lahan untuk PLTS dapat membuka peluang baru dalam pengembangan infrastruktur energi sekaligus aktivitas ekonomi daerah. Proyek tersebut juga dapat memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah penting dalam pengembangan energi surya nasional. Namun, realisasi proyek tetap membutuhkan tahapan teknis, proses tender, serta kerja sama pemanfaatan lahan sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan. Pemerintah perlu memastikan seluruh proses tersebut berjalan transparan dan sesuai ketentuan agar proyek dapat memberikan manfaat optimal. Dengan kesiapan lahan yang telah disediakan, salah satu bagian penting dari persiapan pembangunan PLTS 100 GWp kini mulai bergerak menuju tahap pelaksanaan.
Penyediaan lahan 76 hektare di Purwakarta menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ambisi Indonesia membangun kapasitas PLTS hingga 100 GWp. Setelah proses tender PLN dan kerja sama pemanfaatan tanah selesai, proyek diharapkan dapat memasuki tahap pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Keberhasilan proyek akan bergantung pada koordinasi antara pemerintah, PLN, Badan Bank Tanah, pengembang, dan berbagai pihak terkait. Selain mengejar kapasitas pembangkit, pemerintah juga perlu memastikan pembangunan energi surya memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang. Dengan dukungan lahan yang semakin siap dan proyek awal yang mulai berjalan, program PLTS 100 GWp perlahan memasuki tahap implementasi yang lebih konkret.





